Postingan kali ini agak sedikit curhat sih. .

 

Sebenarnya awal masuk Elins ini ayah menjanjikan aku sebuah barang yang notabene penting untuk fasilitas kuliah dan demi lancarnya proses belajarku di Elins ini yaitu sebuah “Laptop”.

 

Memang bukan barang yang neko-neko tapi setidaknya di era yang modern ini, apalagi ketika beberapa bahkan banyak dosen yang memberikan mata kuliah lewat ‘softcopy’ alias melalui file-file, benda itu dirasa sangat penting. Niat untuk belajar Eagle (sebuah program pembuat rangkaian elektronika), CodeVisionAVR, BaskomAVR, bahkan belajar Linux (dampak mengikuti KSL, Kelompok Studi Linux) pun kurasakan sangat besar dan menggebu-gebu. .*wiiis jaaan, ngeri tenan*

 

daaaan sampai saat ini, saat semester 2 hampir berakhir, aku belum mendapatkan apa yang di janjikan oleh ayah. .

 

Aku hanya bisa membekali diri dengan flashdisk, tiket gratis masuk SIC alias Student Internet Center (fasilitas internet yang disediakan FMIPA-UGM untuk mahasiswanya), dan juga memanfaatkan kebaikan dari teman-teman yang mau meminjamkan laptopnya untuk ku pakai. .*terimakasih banyak temana-temann. .><*

 

Bukan maksud hati ku tidak bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. .

 

Aku mengerti dan tetap bersyukur, karena aku pun menyadari keadaan ekonomi orang tua yang digunakan untuk hal yang lebih penting seperti misalnya sekolah adik-adikku mungkin. .Aku bahkan lebih rela kalau uang untuk membelikanku benda itu harus dipakai untuk keperluan yang mendadak di keluarga. .

 

Ya, dan yang bisa kulakukan hanyalah bersabar dan bersabar.

 

Nyatanya sampai sekarang nilai saya masih wajar-wajar aja (alhamdulillah). .meskipun pada akhirnya gag bisa belajar hal-hal “lebih” yang saya ku inginkan tadi. .

 

hmm. .

 

Mungkin aku harus bersikap lebih bijak dan dewasa. .

 

Ya, sekali lagi aku harus lebih bersabar. .

 

Lillahi ta’ala. .